Google+ Followers

Cara Menghitung Ongkos Cetak

Cara menghitung ongkos cetak sebenarnya sangat mudah asalkan tahu rumusnya. Bagaimanakah rumus ongkos cetak? Oke...teruslah baca artikel ini. Saya akan membongkar rahasia yang selama ini digunakan oleh percetakan. Saya berharap setelah Anda membaca artikel ini, Anda dapat mengetahui berapa sebenarnya modal atau biaya pokok mencetak brosur. Apakah selama ini Anda telah mendapatkan harga yang termurah atau justru terlalu mahal?

Pilih Mana, Cetak Offset atau Digital Printing?

Sering kali kita bingung menentukan pilihan antara Offset Printing dan Digital Printing. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan keduanya. Bagaimanakah cara memilihnya? Simak uraiannya di sini

Tutorial Mendesain Spanduk Digital

Mendesain spanduk untuk cetak digital sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan adanya teknologi cetak digital seperti sekarang ini, seorang desainer bebas berimajinasi. Tidak perlu takut terhadap jumlah warna maupun keterbatasan teknis lainnya.

Bagaimana Menjilid Buku dengan Cara Spiral Binding

Spiral binding atau jilid spiral adalah salah satu teknik penjilidan yang membuat buku jadi kelihatan lebih bagus, rapi dan memberi kesan eksklusif

Berapa Resolusi untuk Spanduk Digital?

Jadi setelah mengetahui hal tersebut, selanjutnya saya selalu menggunakan resolusi 60 pixel/inch jika ingin mendesain spanduk digital. Saya juga merasa terbantu karena dengan resolusi seperti itu, pekerjaan menjadi lebih cepat prosesnya.

Senin, 03 Maret 2014

Cara Menghitung Ongkos Cetak

Cara menghitung ongkos cetak sebenarnya sangat mudah asalkan tahu rumusnya. Bagaimanakah rumus ongkos cetak? Oke...teruslah baca artikel ini. Saya akan membongkar rahasia yang selama ini digunakan oleh percetakan. Saya berharap setelah Anda membaca artikel ini, Anda dapat mengetahui berapa sebenarnya modal atau biaya pokok mencetak brosur. Apakah selama ini Anda telah mendapatkan harga yang termurah atau justru terlalu mahal?

Tapi sebelumnya mohon maaf, ini adalah cara menghitung yang saya gunakan. Boleh jadi, orang lain punya cara yang berbeda. Sehingga hasilnya tidak sama. Namun jika ada perbedaan hasil, saya berharap selisihnya tidak terlalu besar. Karena cara manapun sebenarnya prinsipnya sama saja.

Berikut ini spesifikasi brosur yang akan dicetak :

Oplah 5.000 exp
Ukuran A4 (220 x 297 mm2)
Bahan Art Paper 150 gr
Warna 4/4 (Full Color)
Finishing Lipat

Langkah 1. Menghitung Biaya Bahan

Kertas ukuran plano 65x90 dipotong ukuran 32,5x45. Jadi 4 bagian.
Beli kertas art paper 150 gr ukuran 65 x 90 cm2. Dari ukuran tersebut bagilah jadi 4 dan akan dihasilkan ukuran 32,5 x 45 cm2. Ukuran tersebut bisa menampung  brosur sebanyak 2 exp. Sehingga 1 plano dapat menghasilkan brosur sebanyak 4x2 = 8 exp. Maka jika butuh 5.000 exp berarti Anda harus membeli 5.000/8 = 625  lembar plano. Ditambah inscheet (cadangan) 50 lembar = 625 + 50 = 675 lembar plano.
Diasumsikan harga kertas art paper 150 gram adalah 500 rb/rim plano. Maka harga untuk 675 lembar plano adalah 675/500 x 500 rb = Rp 675 rb. (B)
Baca juga : Cara menghitung kebutuhan kertas.

Langkah 2. Menghitung Biaya Cetak

Menghitung biaya cetak sangat tergantung dari mesin yang digunakan. Dengan mempertimbangkan efisiensi, maka kita memilih mesin cetak offset SM 52, yang biaya nya Rp 300 rb untuk jumlah minimal 10.000 exp.
Kertas plano sebanyak 675 lembar dikali 4 hasilnya = 2.700 lembar. Karena cetak bolak-balik maka 2.700 x 2 = 5.400 lintasan. Jadi masih di bawah jumlah minimal. Sehingga kita asumsikan bahwa biaya cetak adalah Rp 300 ribu saja. (OC)

Langkah 3. Menghitung Biaya Finishing
Setelah cetakan jadi, maka langkah selanjutnya adalah memotong lagi cetakannya menjadi ukuran A4. Jangan lupa, bahan yang dicetak masih ukuran kotor. Maka hasil cetakan masih perlu proses pemotongan lagi (istilah dipercetakan adalah disisir). Biaya sisir ini biasanya antara 10 rb - 30 rb. Karena jumlahnya mencapai 10 rim, maka kita asumsikan biayanya jadi Rp 30 rb saja. (F)

Nah, sampai disini brosur yang Anda inginkan telah jadi. Semua biaya sudah diketahui kecuali biaya desain, transport dan lainnya. Maka langkah selanjutnya adalah menjumlah semua komponen biaya tersebut sehingga akan didapatkan biaya pokok.


Biaya Pokok = B + OC + F = 675 + 300 + 30 = Rp 1.005 rb

Jadi, biaya pokok untuk membuat brosur per exp adalah = Rp 1.005 rb/5000 exp = Rp 201 / exp

Sekali lagi, biaya tersebut adalah biaya pokok bahan dan biaya cetak saja. Untuk lebih lengkapnya silakan masukkan pula biaya desain, biaya transport dan biaya lainnya yang dianggap perlu.

Adapun harga jual sangat relatif dan bervariasi tergantung masing-masing percetakan. Lagipula harga yang saya gunakan hanyalah asumsi. Sehingga untuk mengetahui yang sebenarnya silakan dicek langsung ke lapangan.

Demikian uraian singkat tentang menghitung ongkos cetak. Apabila ada tambahan atau pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar. Insya Alloh saya akan senang menerimanya. Semoga bermanfaat...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites